Sebuah Injil berusia 1.500 tahun yang menceritakan kedatangan Nabi Muhammad SAW ditemukan di Turki. Kabarnya, Gereja Vatikan telah meminta secara resmi kepada pemerintah Turki untuk melihat Injil yang tersimpan selama 12 tahun di negara tersebut.
Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugul Gunay mengatakan sejalan dengan keyakinan Islam, Injil ini memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Fakta ini, sekaligus menolak ide konsep tritunggal dan penyaliban Yesus.
"Disebutkan injil ini, Yesus berkata kepada salah seorang pendeta, bagaimana kami memanggil mesias? Muhammad adalah nama yang diberkati," kata dia membacakan salah satu ayat dalam Injil seperti dikutip alarabiya.net, Senin (27/2).
Gunay menuturkan dalam injil ini juga disebutkan Yesus sendiri menyangkal menjadi Mesias. Yesus mengatakan bahwa Mesias itu adalah keturunan Ismail yakni orang Arab.
Sebelumnya, Umat Islam sendiri mengklai pesan kedatangan Muhammad SAW juga terdapat dalam injil Barnabas, Markus, Matius, Lukas dan Yohannas.
Gunay mengatakan pihak Vatikan telah meminta salinan injil tersebut saat Injil tersebut hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000. Kini, Injil tersebut berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, Injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.
Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian Injil tersebut. Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.
"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia.
Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.
Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.
Ditemukan, Injil yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad
Allah Akbar, Injil Kuno Ini Kabarkan Kedatangan Rasulullah
Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.
Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.
Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.
Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.
Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.
Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.
Inilah videonya
Republika
Perkembangan Gunung Padang Dan Risetnya
Bagaimana Perkembangan gunung Padang ? Berikut Penjelasan Asisten SKP BSB Ustad Al Maky sekaligus juga sebagai imam masjid Istana Presiden yang tadi pagi baru pulang bekunjung, bersama tim (kandidat DR Basronikiran, ibu Yani SE, M Syakir SE, Harun SE, dan Ir Yanno) :
Pengunjung ke situs Piramida Gunung Padang mengalami lonjakan yang luar biasa. Kalau biasanya rata-rata 3000 pengunjung per bulan, dalam dua minggu terakhir paska tim katastropik purba menyatakan ada bangunan di bawah situs yg berlokasi di cianjur itu pengunjung melonjak drastis.
Pengunjung dalam dua minggu ini saja sudah seperti pengunjung yang biasa terakumulasi selama 6 bulan sebelum ada pemeberitaan di media tentang riset di gunung padang.
Pada hari ini saja menurut Nanang, yang bertanggung jawab pengelolaan gunung padang, Pengunjung membludak, 1500 sampai pk 15.00, sampai sore ini masih ada yang naik ke atas.
Bahkan kemarin (Sabtu), gunung Padang kedatangan tamu istimewa dari pengurus pusat IKATAN Ahli Geologi (IAGI) yang dipimpin ketuanya pak Rovicky.
Kedatangan ini disambut antusias oleh pengelola gunung padang. Menurut rencana tanggal 1 Maret ini, IAGI secara resmi akan mengadakan seminar ilmiah yang salah satu bahasannya adalah riset gunung padang ini.
Seperti sudah direlease beberapa waktu lalu, peneliti dari berbagai negara juga menyatakan minat untuk join riset di beberapa lokasi riset tim katastropik purba.
Pihak dari Jerman, Jepang dll, bahkan secara serius sudah bertemu dengan pihak UI dan tim katastropik purba untuk secepatnya bergabung riset dengan tim katastropik purba.
Tim Katastropik Purba sendiri sudah melaporkan hasil riset ini ketiga kementerian (ristek, dikbud, pariwisata dan ekonomi kreatif) dan sudah merekomendasikan untuk segera dieskavasi di bawah situs gunung padang itu.
Beberapa periset independen dan swasta bahkan juga sudah menawarkan diri untuk bekerja sama melakukan eskavasi.
Semua fihak yg menyatakan tertarik dengan riset dan eskavasi ini tentu menggembirakan, namun tim katastropik purba akan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku sesuai ketentuan yang ada.
Tim ingin ini menjadi riset dan eskavasi milik seluruh peneliti lintas ilmu serta untuk kebanggan bangsa indonesia yang utama, bahkan menjadi rujukan buat dunia.
Bebera media TV internasional menyatakan siap menyiarkan secara langsung jika eskavasi akan dilakukan.
Terhadap pemberitaan terjadinya longsor di sekitar jalan masuk ke situs gunung padang, ada yang penting untuk diluruskan.
Beberapa media misalnya inilah.com, menghubungkan berita longsor dengan pengeboran uji sampling yg dilakukan tim katastropik purba. Berita ini tentu tidak berdasar.
Memang karena curah hujan yang cukup tinggi, daerah Cianjur kerap dilanda longsor. Di sekitar gunung padang juga termasuk.
Namun Longsoran itu bukan berasal dari situs gunung padang. Sisa longsorannya memang terbawa air dan tidak dapat dihindari terkena juga dikaki di bawah teras utama menuju pintu.
Ada lumpur dan batu, khususnya menuju gerbang utama, diantara warung tempat parkir dan rumah pak Nanang pengelola situs itu. Longsor bukan cuma terkena di kaki bukit padang, tapi dibeberapa wilayah, seperti bukit batu yang berada di puluhan meter berseberangan dengan gunung padang serta beberapa lokasi lainnya.
Justru gunung padang ini kokoh dan memperkuat hipotesa bahwa pembangunannya dirancang untuk kuat hadapi gempa, longsor dll.
Saat tim Katastropik purba melakukan pengeboran awal februari lalu, DR Andang Bachtiar sudah menjelaskan pada pengelola situs dan masyarakat sekitar tentang bahaya longsor dari 5 gunung yg mengelilingi gunung padang.
Dari morfologinya tampak kasat mata, dari mulai gunung karuhun sampai melingkar ke gunung batu yg mengitari gunung padang.
Hal serupa sudah dikemukakan Prof Dwi Korrita kata pakar geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus ketua tim Studi Longsoran seperti yg pernah dikutip salah satu media online bahwa longsoran di cianjur ini dicirikan dengan adanya bentuk morfologi berupa tebing perbukitan yang tegak dengan pelamparan lengkung seperti tapal kuda memanjang sepanjang kurang lebih 20 kilometer.
Lokasi runtuhan batuan saat ini merupakan salah satu titik pada tebing longsor purba. Lembah deposit runtuhan longsor purba pada kaki tebing inilah yang sekarang berkembang menjadi tempat permukiman yang terus berkembang, hingga meluas sampai ke arah kaki tebing.
Dari hasil penyelidikan lapangan tercatat luncuran batuan dapat mencapai 550 meter dari kaki tebing. Karena itu perlu disarankan agar zona sempadan lereng yang harus dibebaskan dari hunian adalah dalam radius minimal 550 meter dari kaki tebing.
Endapan batuan tersebut masih mungkin untuk bergerak atau runtuh lagi, terutama apabila terjadi guncangan gempa, hujan atau penggalian yang tidak terkontrol.
Berdasarkan hasil penelitian tim geologi beberapa saat lalu,? diketahui sepanjang tebing batuan yang melampar melewati Desa Cijambu, Desa Cisitu, Desa Pasirbayur, Desa Sukaresik, Desa Cikangkareng, Desa Joglo, Desa Tipar, Desa Babakan, Desa Cibarengkok, Desa Cikuray dan Desa Rancabebek merupakan tebing batuan yang rapuh dan rentan runtuh.
Hal ini disebabkan kehadiran kekar-kekar batuan yang cukup rapat pada tebing yang tegak.
Runtuhan batuan nampaknya pernah terjadi beberapa kali pada tebing batuan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan dijumpainya endapan talus (endapan runtuhan batu) yang terakumulasi di kaki tebing.
Pada tahun 2009 prof Dwi Korrita memperkirakan runtuhan batuan masih dapat terjadi di beberapa tempat pada tebing tersebut.
Saat ini diperlukan pemetaan zona yang berisiko terkena luncuran batuan, sehingga dapat ditetapkan zona sempadan lereng untuk menghindari perkembangan permukiman dalam zona risiko tersebut.
LINTASAN SEJARAH ISLAM (3): ISLAM DAN KEBUDAYAAN
Orang Islam percaya bahwa agama yang diridhai Allah s.w.t. ialah Islam (Q 3:19).
Dalam al-Qur’an, yang merupakan kitab suci orang Islam, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Islam sebagai agama ialah semua risalah keyakinan yang diwahyukan oleh Allah s.w.t. kepada rasul-rasul-Nya seperti Nabi Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s., Daud a.s., Isa Almasih dan Nabi Muhammad s.a.w. Tiang utama ajaran Islam ialah iman dan amal saleh. Iman menunjuk kepada kepersayaan dan kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, yaitu Allah dan Dia itu Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang (al-rahman dan al-rahim), tempat berlindung terakhir seluruh umat manusia, yang meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan kasih sayang-Nya.
Syekh Mahmoud Syaltout memberi takrif kepada Islam sebagai sistem aqidah dan syariah, yang pada hakikatnya sama dengan iman dan amal saleh. Iman atau aqidah ibarat jiwa dan amal saleh atau syariah ibarat badan jasmani. Sedangkan Tauhid, kesaksian bahwa Tuhan itu Esa, ibarat ruhnya yang bersemayam dalam pusat jiwa. Iman atau aqidah tidak berubah, sedangkan amal saleh dan syariatnya berubah dari rasul yang satu kepada rasul yang lain. Namun dengan datangnya rasul terakhir, Nabi Muhammad s.a.w. asas-asas dan bangunan syariah Islam tidak berubah lagi oleh karena, dalam keyakinan orang Islam, tidak ada lagi rasul yang menerima wahyu dari Allah. Yang ada adalah para wali dan ulama yang merupakan juru tafsir ajaran Rasulullah. Di bawah juru tafsir inilah terjadi pengembangan, perluasan dan perpanjangan lebih jauh asas-asas syariah dan keimanan Islam, serta penerapannya dalam berbagai lapangan kehidupan dalam periode-periode sejarah dan tempat yang berbeda-beda.
Dalam kebudayaannya orang Islam mengembangkan pandangan hidup, sistem nilai, gambaran dunia (weltanschauung), sistem ilmu, pemikiran falsafah, cita rasa seni, pola pikir, gaya hidup dan lain sebagainya melalui sarana-sarana tertentu yang dapat dijadikan saluran untuk mengekspresikan dirinya dan mewujudkan pandangan dan cita-cita hidupnya. Ali Hasymi mentakrif kebudayaan Islam sebagai penjelmaan ilam dan samal saleh dari seorang Muslim. Kebudayaan Islam juga dapat dinyatakan sebagai manifestasi keimanan dan kebaktian penganut Islam kepada Tuhannya.
H.R. Gibb mengakui bahwa Islam lebih dari sekadar sistem kepercayaan agama, tetapi juga sebuah peradaban dan kebudayaan. Kebudayaan Islam memiliki penjelmaan yang aneka ragam, tetapi dipertalikan oleh iman atau aqidah yang sama. Ismail Faruqi `berpendapat bahwa kebudayaan Islam ialah segala sesuatu yang merupakan hasil budi nurani orang Islam yang mendasarkan amal ibadah dan segala perbuatannya pada ajaran tauhid. Dengan kata lain, kebudayaan Islam merupakan ungkapan tauhid dan tauhid adalah asas utama ajaran Islam.
Sebagai asas utama ajaran Islam, tauhid pertama-tama adalah ‘cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan’; kedua, metode atau kaidah untuk mencapai kebenaran. Sebagai cara melihat hakikat dan tatanan kenyataan dalam kehidupan, tauhid mengandung prinsip-prinsip seperti: (1) Pandangan serba dua tentang kenyataan atau dualisme. Di dunia ini hanya ada dua kenyataan, yaitu Tuhan dan selain Tuhan; (2) Kecitaan atau idealitas, yang dibangun berdasarkan kemampuan rasional, makrifat, imaginasi kreatif dan intuisi (kasyf); (3) Teleologi. Segala sesuatu dicipta untuk tujuan ilahiah dan moral tertentu oleh Sang Pencipta; (4) Taklif atau kewajiban moral. Karena segala sesuatu dicipta berdasarkan tujuan tertentu maka mesti ada kewajiban moral untuk melaksanakannya dalam ibadah dan amal saleh atau perbuatan. Manusia mesti melakukan sesuatu dalam sejarah, mesti membentuk diri dan masyarakat berdasarkan cita-cita dan sistem nilai yang diyakininya; (5) Tanggungjawab. Segala perbuatan manusia mesti didasarkan atas tanggungjawab manusia selaku khalifah-Nya di atas bumi dan hamba-Nya.
Sebagai kaidah untuk mencapai kebenaran, tauhid mengandung hal-hal seperti: (1) Pemersatu semua bentuk kebudayaan dan aktivitas manusia; (2) Toleransi untuk mencegah kejumudan, kemandegan dan kemandulan dalam pemikiran; (3) Petunjuk tentang pentingnya akal budi dan budi nurani dalam memperoleh kebenaran. Adapun kandungan tauhid sebagai kaidah mencapai kebenaran mencakup aspek-aspek seperti berikut: (1) Metafisika, pandangan tentang tatanan wujud; (2) Epistemologi, pedoman memperoleh pengetahuan, yaitu melalui jalan akal, melalui sarana makrifat dan intuisi, dibantu imaginasi kreatif dan persepsi indera. Pengalaman sejarah juga memberikan pengetahuan yang tidak terkira banyaknya bagi manusia; (3) Etika, semua perbuatan manusia harus dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan, hati nurani dan masyarakat. Etika Islam juga menentapkan bahwa hukum positif mesti dibangun berdasarkan asas-asas moral, bukan sebaliknya; (4) Sosiologi, tauhid merupakan perekat kesatuan pandangan umat dan anggota masyarakat; (5) Estetika. Tuhan adalah maha Indah dan mencintai keindahan.
Dari asas-asas tauhid inilah kebudayaan Islam tumbuh. Falsafah, ilmu-ilmu agama, pengatahuan alam, sosial dan kebudayaan, seni dan sastra, etika dan sistem peribadatan, semua bersumber dari tauhid dalam hal asas-asasnya. Pengaruh faktor-faktor politik dan ekonomi, serta interaksi dengan kebudayaan-kebudayaan pernah berkembang sebelum agama Islam datang, juga tidak kecil peranannya dalam ikut membentuk dan memberi corak kebudayaan orang-orang Islam. Dalam al-Qur’an sendiri terdapat banyak ayat yang menjelaskan betapa perlunya orang Islam mengembangkan kebudayaan sendiri. Misalnya Surat al-Tin (Q 95:4-6); Surat al-Duriyat (Q 51:56); Surat al-Ikhlas; Surat al-Nur (Q 24:55); Surat Ibrahim (Q 14:32-34); Surat Luqman (Q 31:20); Surat al-`Alaq (Q 96:1-4); Syrat al-Baqarah (Q 2:2-3) dan lain-lain.
Dalam bukunya al-Muqadimah Ibn Khaldun (abad ke-15 M) mengatakan bahwa kebudayaan (al-tsaqafah) adalah kondisi-kondisi kehidupan yang melebihi dari apa yang diperlukan. Kelebihan-kelebihan tersebut berbeda-beda sesuai tingkat kesejahteraan yang didapatkan masyarakat. Menurut sejarawan dan sosiolog Muslim terkemuka ini, kehidupan yang maju dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, tidak mungkin berkembang di pedesaan. Kebudayaan hanya bisa berkembang di kota. Agar kebudayaan maju, maka harus ada negara atau kerajaan yang aktif mengembangkan kondisi kehidupan yang memungkinkan kebudayaan berkembang.
Karena sejak awal sejarahnya orang-orang Islam berhasil mendirikan negara atau kekhalifatan, maka kebudayaan Islam dengan sendirinya berkembang.
Madzab Jerman mengartikan kebudayaan sebagai bentuk-bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat/bangsa. Peradaban adalah perwujudan jasmaninya. Bangunan yang indah sebagai karya arsitektur mengandung dua dimensi: dimensi kebudayaan yaitu seni dan falsafah yang melandasi pembangunannya; dimensi peradaban, yaitu penggunaan material dan penggarapannya dengan tehnologi tertentu. Kebudayaan ialah apa yang kita dambakan dan peradaban ialah apa yang kita pergunakan. Kebudayaan tercermin dalam seni, bahasa, sastra, aliran pemikiran falsafah dan agama, bentuk-bentuk spiritualitas dan moral, falsafah hidup, pemikiran ilmiah dan teori-teori ilmu pengetahuan. Peradaban tercermin dalam politik praktis, ekonomi, teknologi, ilmu terapan, sopan santun pergaula, undang-undang dan hukum.
Bertolak dari pengertian-pengertian yang telah dikemukakan, `Effat al-Syarqawi mengartikan kebudayaan sebagai “Khazanah sejarah suatu bangsa yang tercermin dalam pengakuan terhadap tujuan ideal dan makna ruhaniah kehidupan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan semua itu. Peradadan ialah khazanah pengetahuan terapan yang dimaksudkan untuk mengagkat dan meninggikan manusia agar tidak menyerah terhadap kondisi-kondisi fisik dan material di sekitarnya.” “Kebudayaan ialah struktur intuitif yang mengandung nilai-nilai ruhaniah tertinggi, yang menggerakkan jiwa suatu bangsa melalui falsafah hidup, wawasan moral, citarasa estetis, cara berpikir, gambaran dunia (weltanschauung) dn sistem nilai-nilainya”
A. Fizee dalam bukunya Kebudayaan Islam (1982) memberi batasan pengertian dan cakupan kebudayaan sebagai berikut: (1) Kebudayaan dapat berarti tingkat kecerdasan akal yang setinggi-tingginya yang dihasilkan dalam periode-periode sejarah tertentu suatu bangsa, terutama dalam puncak-puncak perkembangannya; (2) Kebudayaan dapat juga berarti hasil yang diapai suatu bangsa/kaum dalam lapangan sastra, falsafah, ilmu pengetahuan dan seni; (3) Dalam pembicaraan politik, kebudayaan diberi arti sebagai ‘Way of Life’ suatu bangsa, terutama dalam hubungannya dengan adat istiadat, ibadah keagamaan, penggunaan bahasa dan kebiasaan hidup masyarakat.
3000 tahun yang lalu, Nusantara Indonesia adalah sebuah Surga yang Terkenal di Dunia
Sumatra, The Mysterious Island Of Gold
Dikenal dengan orang India dengan nama Suwarnadwipa (pulau emas), dan ternyata banyak ilmuwan/pakar revolusioner yang mengatakan sudah diceritakan di kitab-kitab pendeta India Selatan pada tahun SM (bukan Abad ke 2 Masehi), bukan hanya India saja, check this out:
. Kota Barus yang misterius yang terletak di Sumatra Utara (Tapanuli) sudah menjadi kota perdagangan yang terbesar di timur pada masa Dinasti ke-18 Mesir (pada tahun 1.567 SM- 1.339 SM) ,diperkirakan Barus sudah ada sejak 3000 SM. Karena terkenal dengan kapur barusnya, orang Mesir mengambil salah satu jenis kekayaan alam ini untuk dijadikan pengawet mumi pada zaman mesir kuno, dan hanya kapur barus lah pada zaman itu hanya bisa ditemukan di tempat itu.Dinyatakan oleh Herodotus dalam bagian ”Catatan dan Hikayat Raja-Raja Mesir” bahwa orang Mesir pernah mencapai di suatu pulau melalui jalan menuju timur dan dilanjutkan ke tenggara dimana tempatnya terdapat kapur barus dan emas yang melimpah.
. Dipercaya bahwa di dekat pelabuhan Barus terdapat pelabuhan Singkil yang sering dikunjungi oleh orang Phoenicia dan orang-orang Yahudi.
. Sebuah manuskrip yahudi kuno menceritakan bahwa tentara Solomon/Sulaiman menemukan kerajaan purba di kepulauan timur yang bernama Ophir yang diperkirakan terletak di Sumatera Barat, dan diceritakan bahwa di kerajaan ini mempunyai gunung dengan kekayaan alam emas yang melimpah sehingga mereka mengambilnya (jangan kaitkan ini dengan pembuatan Candi Borobudur oleh Nabi Sulaiman, sungguh SARA/menyinggung kaum agama Buddha dan yang ini saya tidak percaya)
. Pedagang dari Dinasti Persia yang bernama Sassanid telah mengunjungi aceh sejak tahun 1 Masehi di Aceh bagian utara, diperkirakan pedagang yang melarikan diri dari tempat mereka yaitu Mesopotamia yang sempat diserang Romawi Timur,akhirnya direbut kembali oleh Persia. Sehingga bahwa orang Persia hanya sementara saja berdagang di Aceh. Dan yang mungkin terjadi orang Persia ke Aceh Utara ada 3 kemungkinan. Diberitahu pedagang India karena sangat erat perdagangan nya atau kebetulan menemukan tempatnya, dan juga mungkin orang Sassanid menemukan dan menerjemahkan manuskrip Yahudi kuno yang menceritakan kepulauan itu.
. Orang Yahudi menyebut taman eden ada di sebelah tenggara Mesopotamia melalui lautan, kalau irak ditenggarakan maka Indonesia pun jawaban nya, dan orang Yahudi taman eden belum pernah ditinggali oleh mereka meski mereka mengunjunginya.
Maluku, The Mysterious Spice Islands
Terkenal dengan sebutan ”Pulau Rempah-Rempah” atau ”3 Emas Dari Timur” f dan juga pulau ini dikatakan menyimpan sebuah sejarah yang dilupakan dan tidak diketahui seperti:
. Kerajaan Mesir pada 4000 tahun yang lalu, dinasti ke 12- Sesoteris III diperkirakan menemukan kepulauan ini dan menamakan nya ”punt”.Meski dukungan arkeologis masih minim, dulu cengkeh tidak ada terdapat di Timur Tengah maupun India, dan hanya ada di kepulauan ini. Mereka menjual cengkeh ini ke negeri mereka dengan harga yang lebih mahal daripada emas karena hanya bisa ditemukan di daerah itu. (masih penasaran kok bisa jauh amat?)
. Kerajaan Romawi Timur pada abad ke 1 telah menjualkan biji pala, dan mereka bilang mereka mendapatkan nya dari sebuah negeri yang sangat jauh di Timur, dan biji pala sangat dominan di kepulauan Banda, Maluku.
Papua, Island of The Heavenly Earth And The Real Eden
Menurut saya inilah salah satu pulau yang harus paling dibanggakan dari Indonesia, karena sumber daya alam terbanyak terdapat di pulau ini, namun pulau ini sudah diakui keberadaanya sebelum berdirinya Sriwijaya,Majapahit,dan Tidore yang pernah berkunjung ke daerah ini:
.Ptolomeus pada tahun 150 pada peta dunia nya menamakan daerah ini bernama Labadios. dan juga ia menyebutkan beberapa bagian dari kepulauan nusantara.
. Seorang musafir yang bernama Ghau Yu menamakan daerah ini Tungki pada tahun 500 Masehi, dan masih belum diketahui ia menemukan pulau itu karena kerajaan Sriwijaya belum muncul.
. Akhirnya pulau yang terpencil ini ditemukan oleh orang Indonesia sendiri dari kerajaan Sriwijaya pada abad ke 11 , sempat juga utusan Sriwijaya menghadiahi pedagang China dengan burung yang ditemukan di daerah ini, yang bernama Cendrawasih. Dan juga Sriwijaya menamakan daerah ini Janggi.
NoFire Lemurian, St Eko Sulistiyono and Ahmad Fauzi