Masehi

Kata Masehi muncul menjadi pembatas antara Sebelum Masehi dan Masehi itu sendiri, menjadi kostruksi penanggalan baru mengakhiri tahun tahun sebelum Masehi, yang semula adalah sebelum masehi, bukan merupakan nama tahun, melainkan sekedar masa transisi menuju nama, tahun Masehi.

Masehi itu merupakan penggenapan agung dari misi Julius Caesar, dalam rangka penobatan tahun ketuhanan Yesus. Tepatnya 1 januari merupakan Hari suci Kristiani, yang terkandung di dalamnya visi dan misi dari bentuk “tuaian agung” yang menjadi standar pemikiran dari Julius Caesar yang di dukung oleh ahli almanac mesir Sosigenes. Penetapan Masehi sebagai babak baru penaggalan dunia, adalah perwujudan dari keberhasilan visi dan misi Julius Caesar. Merupakan titik awal perjalanan panjang yang akan ditempuh umat kristiani hingga akhir jaman.

Misi suci Caesar ini telah menjadi jembatan mas bagi misi tuhan, sebagaimana menjadi amanat agung, merupakan tuaian besar dunia dalam pembangunan peradaban rohani ketuhanan kristiani. Tahun baru Masehi diakui atau tidak telah menjadi standar dunia mengevaluasi kembali hasil hasil yang telah dicapai sebelumnya. Siapapun orangnya dan siapapun agamanya, maka Masehi mengalahkan segalanya, sekalipun ada bagian bagian dunia menggunakan almanac local, tetapi mereka harus mengakui “Masehi” sebagai tahun hitungan dan evaluasi buat umat manusia.

Tanpa disadari juga, manusia seluruh dunia harus mengakui “Masehi” sebagai favorit utama dalam mendandani dunia dengan kemajuan kemajuan sains dan tekhnologi oleh manusia manusi masehi. Sehingga tidak seorangpun yang terlepas dari harapan bagaimana bisa sukses dalam genggaman tahun Masehi, tanpa memahami makna apa itu masehi. Kelataan juga terjadi secara menyeluruh pada bangsa dunia, sehingga masehi lebih diagungkan ketimbang mengagungkan almanak lokal.

Seolah dunia adalah Masehi dan Masehi adalah dunia, sehingga kegiatan kegiatan manusia berjalan diatas ketentuan “masehi”. Hebat bukan kemampuan orang yang merancang “masehi”. Perlu diakui itu keberhasilan Julius Caesar mengenakan dunia dengan pakaian Masehi. Terbukti dunia membutuhkan hitungan tahun menurut Masehi, dan dunia tidak dapat menghindar dari kemauan masehi yang menghasilkan hitungan hari, bulan dan tahun berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam penanggalan masehi. Tak ada yang mampu menyadari, kalau penaggalan itu adalah bab dalam sejarah penobatan “tuhan”.
Alexandre The Great

Tidak ada komentar:

Posting Komentar