Manusia Sudah Gunakan Api Sejuta Tahun Lalu


Kebakaran hebat di Chile (REUTERS/Jose Luis Saavedra )


Ini diketahui dari temuan fragmen abu dan tulang yang ditemukan di Gua Wonderwerk, Afsel.

Para ilmuwan kini menemukan bukti bahwa nenek moyang manusia telah menggunakan api sejak satu juta tahun yang lalu. Pembuktian ini dari temuan fragmen abu dan tulang yang ditemukan di Gua Wonderwerk, Northern Cape, Afrika Selatan. Temuan diambil dengan menggunakan analisa micromorphological and Fourier transform infrared microspectroscopy (mFTIR).

Seperti dilansir BBC, tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan berbasis di AS, lembaga Israel, Jerman dan Afrika Selatan, ini memberi keterangan dalam jurnal PNAS bahwa sedimen menunjukkan frekuensi penggunaan api yang terkendali yang dinyalakan di situs prasejarah tersebut.

Kemampuan untuk menggunakan api dianggap sebagai kunci dalam pengembangan kehidupan manusia. Karena api memberikan manusia jalan untuk memasak makanan dan itu merupakan sebuah teknologi baru pada masa itu.

Tim peneliti juga menemukan alat batu dalam gua. Penemuan ini menunjukkan nenek moyang manusia yang mungkin menggunakan alat batu ini yakni Homo erectus, spesies yang keberadaannya telah didokumentasikan sejauh 1,8 juta tahun yang lalu.

Namun sangat sulit untuk menentukan secara tepat kapan manusia memiliki kemampuan membuat dan mengendalikan api. Ada beberapa yang menyatakan bahwa keahlian itu telah ada, bahkan lebih awal dibanding penemuan dalam situs Wonderwerk.

Para peneliti pun tertantang untuk membantah anggapan bahwa api yang ditemukan itu bisa saja dihasilkan dari kebakaran alami yang dipicu oleh petir.

Sebaliknya, tim PNAS menyatakan argumen bahwa temuan api yang dikendalikan manusia di gua Northern Cape sangat kuat. Jika hal itu benar, penemuan dalam gua Wonderwerk akan membantah penggunaan api paling awal yakni sekitar 300 ribu tahun yang lalu.

Dalam tulisan mereka, para peneliti menggambarkan sisa-sisa bakaran rumput, sikat, daun dan bahkan tulang dalam sedimen gua sekitar 30 meter ke dalam dari pintu masuk. Hal ini sekaligus membantah pendapat bahwa api itu disebabkan oleh kebakaran hutan yang ditiupkan angin dan menuju gua. Kedalaman sedimen juga menunjukkan api dinyalakan di tempat yang sama.

Bayu Galih, Amal Nur Ngazis vivanews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar