Dampak Tornado Matahari 2 Juta Derajat Celcius

alt


Kobaran tornado dengan ukuran lima kali letusan di Bumi terjadi pada permukaan matahari, menghempaskan gas super panas dengan kecepatan lebih dari 100.000 mil per jam.






Panas tornadotersebut memiliki suhuhingga duajutaderajat celcius.



Dr Huw Morgan, penemu tornado matahari itu, menambahkan, "Ini merupakan tornado unik dan spektakuler yang sangat berperan dalam memicu badai global matahari."


"Mungkin ini merupakan tornado matahari dahsyat pertama kalinya yang difilmkan oleh sebuah imager," ujar Dr Xing Li, dari Universitas Aberystwyth.


Gas super panas antar 50.000 sampai 2.000.000 Kelvin yang tersedot dari akar struktur padat disebut sebagai sebuah prominence, dan gulungan spiral naik ke ketinggian atmosfer hingga sekitar 200.000 kilometer selama tiga jam.


Tornado ini terdeteksi pada 25 September 2011.

Gas-gas panas dalam tornado ini memiliki kecepatan di atas 300.000 km per jam. Sedangkan kecepatan gas tornado di Bumi hanya dapat mencapai 150 km per jam.

Tornado seperti ini seringkali terjadi pada sumber dari hempasan massa coronal. Ketika mengarah Bumi, hempasan masa coronal ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada ruang antariksa bumi, satelit, bahkan melumpuhkan jaringan listrik.


Tornado matahari memutar medan magnet dan arus listrik ke ketinggian atmosfer. Ada kemungkinan bahwa medan magnet dan arus listrik memainkan peran kunci dalam mengendalikan hempasan massa coronal.

SDO telah diluncurkan pada Februari 2010. Satelit ini mengorbit bumi dalam sebuah sirkuler, mengelilingi geosynchronous pada ketinggian 36.000 kilometer.

Untuk memantau variasi konstan matahari para ilmuwan akhirnya dapat memahami penyebab perubahan dan kemampuan untuk memprediksi cuaca di ruang angkasa.

DM/sua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar