Kehebatan Nabiku

Ada riwayat dari Imam Bukhari dalam kitab “Fathu al-Bary Syarh Shahih al-Bukhari “(Dar as-Salam:Riyadh,2000) jilid VI , Volume 56, Bab 181 (Kitabah al-Imam anNas) halaman 214, karya Ibnu Hajar al’Asqalany bahwa :

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam meminta Hudzaifah r.a. untuk melakukan sensus jiwa terhadap penduduk Madinah yang memeluk Islam.
Hasilnya sebagai berikut :

Seluruh penduduk Madinah berjumlah 10.000 orang,
dengan perincian : Pemeluk Yahudi = 4.000 orang
Musyrik Arab = 4.500 orang
M u s l i m = 1.500 orang.
Dan yang tidak hafal Al Qur’an hanya 4 orang saja, artinya umat Islam yang hapal Al Qur’an sejumlah 1.496 orang”

Kaum muslimin yang 15% tersebut sangat dihormati, disegani dan ditakuti oleh 85% non-muslim. Ini dapat kita lihat dalam “Piagam Madinah”, non muslim rela dipimpin oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassalam sebagai wakil dari kelompok minoritas.

Dimana letak kehebatan Nabiku itu?

Nabi ku itu bisa membuat semua muslim dizaman beliau mau menghapal Al Qur’an !

Kalaupun ada 4 orang tidak hapal, itu karena mereka orang lanjut usia dan perempuan lemah.

Apa sih urgent nya harus menghapal Al Qur’an ?

‘Dengan mereka menghafal Qur’an , maka mereka paham hukum Allah di semua bidang kehidupan. Jika ada butuh pengertian mendalam, maka mereka akan bertanya pada Nabi.
Sehingga muslim saat itu adalah polisi bagi dirinya, KPK bagi dirinya, Jaksa bagi dirinya. Sebelum berbuat sesuatu, akan dijadikan Qur’an dan Sunnah sebagai sandaran hukum yang jelas.
Apalagi bila menyangkut masalah kemasyarakatan.

Prioritas mereka saat itu adalah mendapat cinta dan ridho Allah dan Rasul Nya. Bagaimana hidup mereka yang tadinya jahiliyah dilebur dan diubah untuk disesuaikan dengan cara dan hukum Islam yang dibawa Nabi Muhammad. Dari cara mencari rezeki (ekonomi), tatanan perilaku (akhlak), hubungan anak orangtua,suami istri, waris, pemerintahan sampai hal terkecil sekalipun seperti masuk kamar mandi, mandi, atau pun ibadah dan juga hubungan sesama manusia semuanya diatur, diajarkan , dididik dengan kesadaran bahwa penerapannya dalam hidup demi kecintaan kepada Allah da Rasul Nya.

Intinya adalah umat Islam saat itu sangat berpegang teguh kepada Al Qur’an dan penjelasan Nabi terhadap Qur’an yang lebih kita kenal dengan Al Hadits. Keteguhan inilah yang membawa mereka pada sebuah peradaban baru. Peradaban Madani.

Sungguh benar-benar hebat Nabiku!

Agung Soni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar